IrMarLenZ's Blog











{22 September 2010}   PERTAMINA PILOT PROJECT PENGELOLAAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BUMN

PT Pertamina (Persero) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia berkomitmen untuk bekerjasama dalam rangka penerapan Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) guna mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan Pertamina.
Penandatanganan komitmen PPG yang berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (26/8) ini dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan Deputi Bidang Pencegahan KPK Eko Soesamto Tjiptadi yang disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abu Bakar dan Pimpinan KPK Haryono Umar.

“Selamat buat Pertamina yang telah menjadi pioneer dalam PPG ini. Langkah yang dilakukan oleh Pertamina sebagai upaya peningkatan GCG untuk dijadikan sebagai tonggak GCG di lingkungan BUMN dan langkah seperti ini sangat tepat untuk diteruskan,” demikian disampaikan oleh Mustafa Abu Bakar usai menyaksikan penandatanganan.

Sebagai perusahaan BUMN, Pertamina sudah mempunyai peraturan internal yang mengatur tentang Gratifikasi sehingga dipandang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI cukup mempunyai struktur dan perangkat yang memadai dalam pengelolaan Gratifikasi.

Oleh karena itu KPK menempatkan Pertamina sebagai salah satu dari 15 perusahaan dan institusi nasional yang meraih score index integritas tertinggi dan memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk dijadikan pilot project dalam pengelolaan Gratifikasi di lingkungan BUMN.

Hal ini diharapkan struktur dan perangkat pengelolaan gratifikasi yang sudah dimiliki oleh Pertamina dapat semakin diberdayakan dan dikelola dengan lebih profesional yang bertujuan untuk mendorong peningkatkan citra Pertamina Sebagai perusahaan yang “bersih dan terpercaya” di mata masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya Karen mengatakan bahwa sejak transformasi dicanangkan oleh Pertamina 2006 lalu, Pertamina secara serius berupaya menegakkan dan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di dalam aspek bisnisnya. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Pertamina sebagai free corruption zone pada tahun 2010.

“Kami menyadari, sampai saat ini tidak mudah bagi Pertamina untuk dapat benarbenar menjadi sebuah perusahaan yang berintegritas tinggi tanpa dukungan lingkungan bisnis dan masyarakat. Karena itu, pada beberapa kesempatan Pertamina juga menyosialisasikan dan mengampanyekan Pertamina Clean kepada mitramitra bisnis Pertamina,” ungkap Karen.

Menurut Haryono Umar, indeks prestasi korupsi Indonesia masih rendah. Oleh karena itu upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi perlu lebih diefektifkan. “Kami berharap apa yang dilakukan oleh Pertamina sebagai pilot project pengelolaan gratifikasi bisa menjadi contoh bagi institusi lainnya khususnya di lingkungan BUMN,” ungkapnya.

Untuk melembagakan budayabudaya GCG, Pertamina telah menerapkan sejumlah program anti korupsi di lingkungan perusahaan. Bersama Tiga Pilar Kemitraan, Pertamina telah menjalankan Prinsipprinsip Integritas Perusahaan. Budaya untuk bertindak jujur, dapat dipercaya, senantiasa menghindari konflik kepentingan dan tidak menoleransi suap, secara pasti mulai menjadi way of life dari setiap insan Pertamina.

Hadirnya Whistle Blowing System di perusahaan yang diadopsi dari sistem yang juga diterapkan di lingkungan KPK, menambah bukti keseriusan Pertamina dalam memerangi korupsi. Untuk melembagakan dan mengampanyekan budaya anti korupsi, Pertamina mencanangkan tahun 2010 sebagai Tahun Anti Korupsi, Gratifikasi, dan Konflik Kepentingan. Ini sebuah gerakan untuk mendorong dan menjadi komitmen setiap insan Pertamina untuk senantiasa memerangi tindak korupsi, gratifikasi dan konflik kepentingan.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: