IrMarLenZ's Blog











{22 September 2010}   Pertamina Kelas Dunia

Jangan lupa dengan target yang satu ini, World Class National Oil Company (sebut saja WCNOC). Betapapun sibuknya Pertamina dalam urusan yang lain mari kita kembalikan secara utuh semangat dan resource kita untuk ke jalur sejati Pertamina sebagai korporasi. Bagaimana fokus kita untuk kita arahkan kembali secara penuh dalam gerak dan upaya mencapai cita-cita menjadi perusahaan nasional kelas dunia (WCnOC). Jangan sampai konsentrasi Pertamina benar-benar terpecah oleh urusan besar yang sesungguhnya bukan urusan sendirian Pertamina.

Program konversi minyak tanah ke LPG, sekali lagi adalah program besar Pemerintah, yang juga melibatkan Kementerian esDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian negara Peranan Perempuan dan Perlindungan anak, Kementerian UKM, dan Kepolisian Republik indonesia, serta Badan Standarisasi Nasional. Pada periode awal (2007 – 2009), relatif Pertamina saja yang efektif menjalankan tugas program besar ini sehingga berhasil menyediakan dan mendistribusikan 44 juta paket tabung elpiji 3 kilogram di masyarakat. Bahkan terakhir menyediakan asuransi — termasuk sejumlah santunan — bagi pengguna Elpiji 3 kilogram terdaftar yang terkena musibah.

Kecelakaan pengguna Elpiji 3 kilogram adalah persoalan serius tapi bukan berarti satu-satunya pekerjaan yang harus diselesaikan. Pekerjaan besar Pertamina adalah bagaimana mencapai target produksi migas 1 juta BOePD pada tahun 2015, di mana sekarang sudah tercapai sekitar separuhnya. Bagaimana Pertamina menjadi perusahaan migas nomor wahid di indonesia, lalu mencapai target perusahaan terkemuka di asia tenggara bahkan Asia Pasifik, serta target menjadi WCNOC lebih cepat dari target awal tahun 2023.

Mari pola pikir diletakkan di sini. Mari kita lihat bagaimana banyak negara membangun nOC-nya semakin terkemuka dalam pergaulan dan persaingan di dunia migas dunia. negara-negara lain tak berarti tanpa persoalan, ketika membangun NOC-nya. Di sini kita semua dituntut cerdas, arif, dan berwawasan ke depan sebagai sebuah bangsa untuk mampu menempatkan BUMn migasnya pada jajaran elit di level dunia pada tahun-tahun mendatang.

Dalam tataran teknis, bagaimana kita sebagai bangsa memberikan kesempatan konsentrasi kepada Pertamina untuk melaksanakan program-programnya. Pertamina tak lepas tangan dari urusan program konversi, tapi jangan membiarkan perusahaan ini bekerja sendiri. Kita khawatir kekuatan Pertamina untuk pengembangan perusahaan, terkuras habis di satu urusan yang sesungguhnya urusan banyak pihak.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: