IrMarLenZ's Blog











{22 September 2010}   Konsentrasi Pertamina

Sebenarnya masih proporsionalkah Pertamina menanggung risiko di balik program konversi dari minyak tanah ke lPG? Betulkah pihak-pihak lain tak maksimal menjalankan tugasnya dalam program ini? Mengapa pers, kalangan dPR, lsM, dan pengamat cenderung hanya menyerang dan menyalahkan Pertamina di balik kecelakaan pengguna Elpiji 3 kilogram?

Mengapa semua peristiwa yang di-blow up habis-habisan oleh media itu seperti menenggelamkan keberhasilan Pertamina mengadakan dan mendistribusikan paket Elpiji 3 kilogram sejak Mei 2007, selama tiga tahun? ini seharusnya menjadi catatan banyak pihak, karena beberapa pihak yang semula ditugaskan di tengah perjalanan tidak bisa menjalankan tugas dengan baik, sehingga Pertamina sendiri yang melaksanakan.

Konsentrasi Direksi dan jajaran pimpinan Pertamina dalam tahun-tahun terakhir ini terus disibuki oleh urusan konversi. Bagaimana dengan kegiatan komersial untuk mencapai world class national oil company, sebuah perusahaan nasional milik negara berkelas dunia? ini rupanya yang banyak terganggu oleh urusan Elpiji. sudah berbuat banyak, tapi ujung-ujungnya Pertamina masih terus dihantam sejumlah pihak.

Bagaimana Pertamina bisa melanjutkan program menuju perusahaan kelas dunia, jika konsentrasi segenap pimpinan dan pekerja Pertamina terpecah oleh urusan yang sebenarnya urusan banyak pihak? Pertamina punya tugas dan kewajiban dalam program konversi, tapi tak berarti semua tugas demi keberlanjutan pemakaian energi ramah lingkungan ini dilimpahkan kepada Pertamina.

Pertanyaan banyak pihak seperti stasiun tV, media cetak, sampai dPR, seyogianya diarahkan kepada para pihak sesuai tanggung jawabnya masing-masing. Silakan, publik mencatat narasumber yang bisa dimintai pertanggungjawaban, dari mulai ditjen Migas kementeraian EsdM (tugas sosialisasi dengan segala dana yang diperlukannya), kementerian Peranan Perempuan dan Perlindungan anak (sosialisasi berikut dananya), Kementerian Perindustrian (urusan produksi tabung dan aksesorisnya), Badan standar Nasional (rekomendasi SNI), Kementerian Perdagangan (mengawasi peredaran tabuang dan aksesoris di lapangan), dan kepolisian (berkaitan dengan tindakan kriminal tabung palsu dan penyuntikan gas dari tabung biru ke tabung hijau).

Setelah sukses menyediakan dan mendistribusikan 44 juta paket Elpiji 3 kilogram, kini Pertamina bertugas memfasilitasi pendistribusian aksesoris tabung. Nah, apakah adil kalau hanya Pertamina sendiri yang menjadi sasaran kemarahan orang, caci-maki, pemberitaan miring, sasaran demo, dan class action atas semua peristiwa kecelakaan penggunaan tabung Elpiji 3 kilogram? Kemana tanggung jawab para pihak yang lain?



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: