IrMarLenZ's Blog











{22 September 2010}   Ketat Capai Target Pertamina

Ada target target besar dalam RJPP Pertamina. Rencana Jangka Panjang Perusahaan ini mencakup semua sektor hingga tahun 2014 yang masih harus digenjot agar tercapai. Ada sisa waktu lebih 4 tahun agar target target sektor hulu, pengolahan, pemasaran niaga, serta target target sektor penunjang seperti target keuangan, target investasi, dan target ke-SDM-an, bisa tercapai. Intinya tahun 2013/2014 posisi Pertamina sudah harus menjadi nomor satu di Indonesia.

Kita pernah memiliki peta jalan (Roadmap) 2008 – 2023. Periode pertama, 2008 – 2013 Pertamina menjadi nomor satu di Indonesia. Periode 2013 – 2018 Pertamina mencapai posisi terkemuka di Asia Tenggara. Dan periode 2018 – 2023 seharusnya perusahaan ini menjadi perusahaan migas nasional kelas dunia. Peta jalan ini lalu oleh Komisaris diminta dipercepat pencapaiannya.

Semua pemangku kepentingan (stakeholders) seharusnya sudah sejak lama memahami target besar ini. Dengan berpikir out of the box kita akan disodorkan satu fakta berpacunya banyak negara membangun BUMN migas mereka (BUMN Migas dikenal sebagai National Oil Company atau NOC). Ketika belakangan berbagai kelemahan Republik Indonesia terkuak ke permukaan, seperti menjadi isu nasional saat ini, apakah kelemahan negeri itu harus dilengkapi lagi dengan lemahnya Pertamina sebagai NOC yang diandalkan menjadi sumber pendapatan signifikan Negara dari tahun ke tahun?

Dalam lingkup luas, mari kita tempatkan kepentingan Pertamina menjadi World Class NOC sebagai kepentingan Nasional. Dukungan konkret Pemerintah – termasuk di dalamnya BP Migas, BPH Migas – lalu DPR, DPD, dan masyarakat luas sangat diperlukan. Kepentingankepentingan di luar kepentingan Nasional kalau dipaksakan dan dibebankan kepada Pertamina akan kontra produktif.

Pemahaman ini sangat diperlukan, karena betapa tidak mudahnya Pertamina mencapai target-target besarnya. Sekadar ilustrasi, target sektor hulu dalam RJPP adalah produksi migas 703 ribu BOEPD pada tahun 2014, dan sudah banyak disebutsebut tahun 2015 harus tercapai 1 juta BOEPD. Target ini tercapai seharusnya sudah mencakup otomatisnya Pertamina menempati posisi nomor wahid di negerinya sendiri di sisi produksi yang saat ini masih dikalahkan oleh Chevron dan Total sebagai pemengang posisi masing-masing untuk minyak dan gas bumi. Sementara posisi sekarang per medio Agustus 2010 produksi migas kita baru 440 ribu barel ekuivalen per hari (MBOEPD).

Pencapaian ini terkait juga dengan target investasi yang tak hanya sekadar bagaimana nilai investasi yang sudah direncanakan terealisasi, tapi juga – mengutip istilah Dirut Karen Agustiawan seberapa baik investasi itu bisa memberikan return kepada korporat.

Bagaimana lagi dengan target pengolahan, pemasaran dan niaga, invesasi, dan target-target penunjang? Sungguh berat target pencapaian Pertamina, dan karenanya kita semua harus mampu mengerjakan pencapaian target dengan ketat.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: